Harga Saham Anjlok? Investor Tak Perlu Panik, Ini 6 Tips Hadapi Saham Turun

Setelah paham konsep bagaimana menggerakan harga saham, saya jadi sangsi terhadap ilmu analisa teknikal yg saya pelajari selama ini. Merdeka.com – Awan gelap nampaknya masih menggelayuti pasar saham Tanah Air. Indeks Harga Saham Gabungan turun dari posisi 6.000 lebih di awal tahun, kini dalam waktu sebulan mendekati 5.500. Bagi Anda yang akan terjun di dunia investasi dan mencoba menjadi investor, penting sekali untuk mempelajari IHSG. Sebelum mulai berinvestasi, sebaiknya Anda terlebih dahulu mengetahui jenis-jenis indeks saham yang ada di Indonesia. Mengacu prinsip ekonomi, kuatnya daya beli akan menyebabkan harga naik, sedangkan tekanan jual akan menyebabkan harga turun.

Mengapa harga saham menurun

Kalau jaman dulu, susah sekali mencari informasi tentang perusahaan, saham, dan pasar saham. Mengacu pada laporan keuangan, Perseroan mencatatkan laba bersih melonjak 79% menjadi Rp 5,61 miliar pada periode sembilan bulan tersebut, dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2018 yakni Rp three,13 miliar. Apabila faktor-faktor tersebut berjalan kearah yang positif, maka pasar saham akan naik dan menguat. Sedangkan, ketika hal-hal diatas mengarah ke arah negatif, maka harga pasar saham bisa anjlok.

Oleh sebab itu, para analis sering kali menjadikan faktor ini sebagai pertimbangan tertentu sebelum memutuskan untuk mengambil saham tersebut. Hal berikutnya yang bisa Anda lakukan jika harga saham turun yaitu dengan meningkatkan jumlah tabungan Anda. Ini karena mengingat saat indeks harga saham gabungan pada pasar saham sedang anjlok, maka akan ada banyak instrumen investasi lainnya yang bangkit. Pergantian manajemen senior dan opini analis negatif juga dapat menjadi penyebab harga saham turun. Faktor basic perusahaan dan bisnis yang lemah, seperti pendapatan dan margin keuntungan yang jatuh, biasanya menjadi penyebab harga saham turun.

Sebagian pemain di bursa mengandalkan indikator-indikator grafik untuk melakukan aksi. Ada pola dan indikator grafik tertentu menuntun investor untuk melakukan pembelian saham. Begitu juga sebaliknya, ada pola dan indikator grafik tertentu yang menuntun investor untuk melakukan penjualan saham. Para investor asing masih mencatatkan arus dana masuk sejak awal tahun. Ini menunjukan minat terhadap pasar modal Indonesia dan mendongkrak IHSG.

Fundamental perusahaan yang tercermin di laporan keuangan akan mengambil kendali terhadap tren harga sahamnya. Penyebab saham harganya naik atau turun juga bisa disebabkan karena dimanipulasi pasar. Naik turunnya suku bunga acuan Bank Indonesia dan nilai ekspor impor yang berakibat langsung pada nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Volume perdagangan saham di BEI siang ini mencapai 10,ninety two miliar saham dengan total nilai transaksi Rp 5,forty five triliun. Ada 306 saham yang turun, 158 saham yang naik dan a hundred and sixty saham yang stagnan.